Sambutan Ketua Yayasan Tujuh Pilar Utama

Bismillah,

Fastabiqul khoirot.
Semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan mengantarkan Yayasan Tujuh Pilar Utama pada proses pembangunan sebuah sekolah Islam, bernama De Green Camp (DGC). Sekolah ini telah dirintis sejak tahun 2011, hingga saat ini telah memiliki tiga jenjang pendidikan, yaitu TK, SD, dan SMP.

Segala puji bagi Rabb semesta alam yang telah memudahkan yayasan dan segenap pendidik serta tenaga kependidikan dalam mengembangkan sekolah ini. Kehadiran sekolah ini di Kota Tanjungpinang tidak hanya bertujuan untuk menjadi lembaga pendidikan bagi peserta didiknya, melainkan juga agar menjadi inisiator pendidikan bagi masyarakat luas.

Sejatinya keberhasilan pendidikan tidak hanya terkait murid dan sekolahnya. Keterlibatan setiap orang tua dan masyarakat turut menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari pendidikan. Keterlibatan tersebut lebih diperlukan lagi di DGC karena sekolah menjadikan pembangunan karakter dan kepribadian sesuai Al Qur’an serta As Sunnah sebagai prioritas utama.

Pada jenjang TK dan SD tagline sekaligus visi utama sekolah adalah “Islamic Natural School”. Character building dalam bentuk pemantauan kebiasaan (habit), pembiasaan akhlaqul karimah, teladan dari para guru (teachers as role model), program sekolah yang diselaraskan dengan fitrah anak, hingga penyediaan sarana-prasarana sekolah yang eco friendly menjadi ciri khas di jenjang TK dan SD. Sementara itu, pada jenjang SMP dengan tagline ”Muslim Personality School”, sekolah berupaya membimbing murid-murid di usia remaja awal agar menjadi pemuda dan pemudi yang berkepribadian Islam.

Dasar-dasar karakter yang telah terbentuk di jenjang TK dan SD diharapkan dapat disempurnakan lagi dengan pembangunan kepribadian muslim. Ikhtiar tersebut dijalankan melalui penerapan tiga ranah kurikulum SMP meliputi kurikulum nasional, kurikulum diniyyah, dan kurikulum kecakapan hidup (life skill). Semoga visi Sekolah Islam De Green Camp dapat terwujud dan berhasil memberikan secercah kontribusi di dunia pendidikan khususnya, serta di masyarakat pada umumnya.

Arus globalisasi dan era revolusi industri 4.0 menyuguhkan tantangan tersendiri kepada generasi penerus masa depan. Inovasi praktik pendidikan dituntut untuk terus lahir guna membelajarkan adaptasi yang efektif kepada mereka. Di sisi yang lain, dari aspek diniyyah anak-anak kita juga tetap harus menggigit kuat Al Qur’an dan teladan dari Rasulullah ﷺ . Menyeimbangkan kedua pencapaian besar tersebut merupakan PR kita bersama.
Sekolah adalah tempat murid belajar, guru belajar, dan orang tua belajar.
(Motto Sekolah Islam De Green Camp)

Barokallahu fiik.